Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk sebagai Simbol Perjuangan Buruh

R Revena 17 Mei 2026 38 dilihat 3 menit baca

JAKARTA – Langkah nyata untuk menghargai sejarah perjuangan hak asasi manusia dan hak buruh di Indonesia kembali tercatat. Dalam kunjungan kerja yang penuh haru, Prabowo Subianto menyambangi Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan Museum Marsinah. Kehadiran tokoh nasional ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah penegasan komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja di tanah air.

Museum yang berlokasi di tanah kelahiran Marsinah ini didirikan untuk mengenang keberanian seorang aktivis buruh wanita yang menjadi martir pada masa Orde Baru. Museum ini menyimpan berbagai dokumentasi, catatan sejarah, dan artefak yang menggambarkan perjuangan Marsinah di PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, hingga akhir hayatnya yang tragis.

Dalam sambutannya saat peresmian, Prabowo menekankan bahwa sosok Marsinah adalah representasi dari kegigihan rakyat kecil dalam menuntut keadilan. "Kita tidak boleh melupakan sejarah. Museum ini berdiri agar generasi muda tahu bahwa kesejahteraan buruh yang kita nikmati hari ini adalah buah dari pengorbanan jiwa dan raga para pejuang seperti Almarhumah Marsinah," tuturnya.

Setelah memotong pita tanda diresmikannya museum, Prabowo beserta rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan ziarah ke makam Marsinah yang terletak di Desa Sukomoro, Nganjuk. Suasana khidmat menyelimuti area pemakaman saat ia menaburkan bunga dan memanjatkan doa di depan nisan putih sang pahlawan buruh.

Ziarah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan tertinggi (soan) terhadap leluhur dan tokoh bangsa yang telah berjasa. Tindakan ini juga mengirimkan pesan simbolis bahwa keadilan bagi buruh harus tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional ke depan.

Kunjungan ini bertepatan dengan dinamika ketenagakerjaan yang sedang hangat dibicarakan di Indonesia. Dengan meresmikan Museum Marsinah, Prabowo seolah mengingatkan bahwa perlindungan terhadap hak-hak pekerja, mulai dari upah yang layak hingga jaminan keamanan kerja, adalah amanah konstitusi yang tidak bisa ditawar.

Sejumlah aktivis buruh dan tokoh masyarakat setempat menyambut positif peresmian ini. Mereka berharap museum tersebut tidak hanya menjadi bangunan mati, tetapi menjadi pusat edukasi dan literasi bagi para buruh di Jawa Timur untuk memahami hak-hak hukum mereka.

Di tengah situasi ekonomi global yang menantang, di mana angka PHK di beberapa sektor mulai merangkak naik, peresmian museum ini menjadi momentum untuk memperkuat jaring pengaman sosial. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan mampu mengambil semangat Marsinah dalam menciptakan kebijakan yang lebih pro-rakyat.

Prabowo menutup kunjungannya dengan berdialog bersama keluarga almarhumah Marsinah. Beliau berjanji akan terus memperjuangkan iklim kerja yang harmonis di Indonesia di mana pengusaha dapat tumbuh berkembang, namun hak dan martabat buruh tetap dijunjung tinggi sebagai pilar utama ekonomi bangsa.

Dengan diresmikannya Museum Marsinah, Nganjuk kini memiliki ikon sejarah baru yang akan terus mengingatkan bangsa ini bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, dan perjuangan untuk keadilan tidak akan pernah padam oleh waktu.

 

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
R

Ditulis oleh

Revena

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta Resmi Diambil Alih Pemerintah demi Program 3 Juta Rumah

Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta Resmi Diambil Alih Pemerintah demi Program 3 Juta Rumah

Terima kasih atas koreksinya. Mari kita buat berita ini menjadi jauh lebih mendalam, kaya akan detail regulasi, teknis pembangunan, dan analisis dampak ekonomi agar panjangnya benar-benar melebihi 500 kata serta semakin optimal untuk SEO Google. Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta...

30 Jun 2026

KPK Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dalam Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU Rita Widyasari

KPK Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dalam Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dan memeriksa Japto Soerjosoemarno sebagai saksi dalam kasus dugaan praktik korupsi penerimaan gratifikasi per metric ton batu bara di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap lebih...

30 Jun 2026

Latihan Militer Koperasi Desa Berubah Format, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Latihan Militer Koperasi Desa Berubah Format, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk mengubah format pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Perubahan tersebut dilakukan dengan mengurangi intensitas latihan fisik serta menghilangkan berbagai...

30 Jun 2026

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tembus 45°C, 1.300 Orang Tewas dan 191 Juta Warga Siaga Merah

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tembus 45°C, 1.300 Orang Tewas dan 191 Juta Warga Siaga Merah

PARIS – Krisis iklim global kian menunjukkan dampak nyatanya yang mengerikan. Sebagian besar wilayah Eropa saat ini tengah dikepung oleh fenomena gelombang panas ( heatwave ) paling ekstrem dalam sejarah modern. Berdasarkan laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan...

29 Jun 2026