Terbaru

Darurat Sampah Visual, Spanduk Liar Kepung Estetika Ruang Publik Bekasi

S Sipa 20 Jun 2026 11 dilihat 3 menit baca

Bekasi – Wajah estetika kota di sejumlah protokol utama Kota Bekasi belakangan ini kian memprihatinkan akibat maraknya sampah visual. Ratusan spanduk, baliho, dan pamflet komersial maupun politik tampak terpasang serampangan di fasilitas publik. Alih-alih menyampaikan informasi dengan efektif, keberadaan alat peraga tak berizin ini justru merusak pemandangan dan dinilai mulai mengancam keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Summarecon Bekasi, media informasi luar ruang ini dipaku di pohon-pohon peneduh jalan, diikat di tiang listrik, hingga menutupi sebagian rambu lalu lintas. Kondisi ini membuat kawasan yang seharusnya tertata rapi terkesan semrawut dan tidak terurus.

Menurut sosiolog perkotaan dari Universitas Islam '45' (Unisma) Bekasi, Dr. Rahmat Hidayat, pembiaran terhadap sampah visual ini bisa memicu degradasi psikologis bagi warga kota yang setiap hari melintasinya.

"Kota yang penuh dengan kekacauan visual seperti ini secara tidak sadar meningkatkan level stres masyarakat urban. Ada hak publik atas ruang kota yang bersih dan tertata yang sedang dirampas oleh kepentingan segelintir pihak yang egois," papar Rahmat, Selasa (16/6).

Dari Ancaman Keselamatan hingga Kerusakan Lingkungan

Masalah ini bukan sekadar urusan sedap atau tidaknya pemandangan kota di pandang mata. Dampak buruk dari pemasangan media promosi ilegal ini sudah mulai mengarah pada ranah fisik dan lingkungan hidup:

  • Penyiksaan Pohon Kota : Ratusan pohon peneduh di tepi jalan mengalami kerusakan jaringan karena batangnya dipaku secara masif untuk menempelkan papan reklame kayu.

  • Buta Rambu Lalu Lintas : Beberapa pengendara mengeluhkan jarak pandang terhadap lampu pengatur lalu lintas (traffic light) dan papan penunjuk arah yang terhalang oleh kain spanduk besar.

Salah seorang pengendara motor yang kerap melintasi jalur bunderan miring Bekasi, Setiawan (35), menceritakan pengalamannya yang hampir mengalami kecelakaan akibat baliho yang rusak dan menjuntai ke jalan.

"Kemarin pas angin kencang, ada spanduk kain yang talinya putus sebelah dan menutupi kaca helm saya saat berkendara. Untung sempat ngerem mendadak. Kalau instansi terkait tidak rajin menertibkan, ini seperti menunggu ada korban jiwa dulu baru bertindak," keluh Setiawan dengan nada kesal.

Ketegasan Satpol PP Dinanti Warga

Merespons keluhan warga yang kian mencuat di media sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Operasi penertiban skala rutin sebenarnya terus dilakukan, namun kecepatan pemasangan kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab sering kali melampaui ritme penertiban petugas.

Ke depan, pemerintah daerah berencana menerapkan sanksi denda administratif yang lebih berat serta mem-blacklist vendor periklanan yang terbukti melanggar aturan tata ruang. Langkah tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera, sekaligus mengembalikan hak warga Bekasi untuk menikmati ruang publik yang asri, aman, dan bebas dari kepungan sampah visual.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sipa

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Gerebek Kampung Bahari Tim Gabungan Polda Metro Jaya bersama BNN Amankan Puluhan Pelaku dan Mesin Pencetak Ekstasi

Gerebek Kampung Bahari Tim Gabungan Polda Metro Jaya bersama BNN Amankan Puluhan Pelaku dan Mesin Pencetak Ekstasi

JAKARTA — Aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melancarkan penggerebekan berskala besar di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 1 November 2026. Operasi mendadak yang digelar...

02 Nov 2026

Terobosan Program Perumahan MBR: Kementerian PKP Buka Peluang Bantuan Bedah Rumah bagi Penghuni Rumah Kontrakan

Terobosan Program Perumahan MBR: Kementerian PKP Buka Peluang Bantuan Bedah Rumah bagi Penghuni Rumah Kontrakan

JAKARTA, 2 NOVEMBER 2026 — Langkah konkrit kembali dihadirkan pemerintah dalam meretas persoalan pemukiman layak huni di tanah air. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) secara resmi meluncurkan skema terobosan baru dalam program bantuan pembenahan rumah swadaya atau bedah rumah....

02 Nov 2026

Peringatan Dini BMKG Aceh dan Jawa Barat Berstatus "Siaga" Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat

Peringatan Dini BMKG Aceh dan Jawa Barat Berstatus "Siaga" Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat

JAKARTA, 2 NOVEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem bagi sejumlah wilayah di Indonesia. Memasuki pekan pertama November 2026, intensitas curah hujan terpantau mengalami peningkatan signifikan akibat dinamika atmosfer yang cukup aktif....

02 Nov 2026

Tragedi Konvoi Suporter Futsal di Banyuwangi: Seruan Mendesak untuk Keselamatan Jalan

Tragedi Konvoi Suporter Futsal di Banyuwangi: Seruan Mendesak untuk Keselamatan Jalan

Insiden tragis seorang ibu ditabrak konvoi suporter futsal di Banyuwangi memicu gelombang desakan penegakan hukum dan peningkatan keselamatan jalan bagi semua.

01 Nov 2026