Pakistan Gempur Perbatasan Afghanistan, 29 Militan Dilaporkan Tewas

T Tirza 30 Jun 2026 15 dilihat 3 menit baca

Pemerintah Pakistan mengumumkan telah melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah perbatasan dengan Afghanistan. Operasi yang melibatkan serangan darat berbasis intelijen dan serangan udara presisi tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 29 anggota kelompok militan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas serangkaian serangan yang sebelumnya terjadi di wilayah Pakistan dan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang beroperasi di sekitar perbatasan kedua negara.

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, melalui pernyataannya di platform media sosial X, menjelaskan bahwa operasi pertama dilakukan di Distrik Bajaur, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Wilayah tersebut terletak di dekat perbatasan Pakistan dan Afghanistan dan selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan aktivitas kelompok militan.

Dalam operasi darat tersebut, empat anggota militan dilaporkan tewas, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Setelah operasi awal berhasil dilakukan, pasukan keamanan Pakistan melanjutkan serangkaian serangan terhadap sejumlah kamp dan tempat persembunyian kelompok militan di wilayah perbatasan Paktia, Paktika, dan Kunar.

Menurut pemerintah Pakistan, serangan lanjutan itu berhasil menewaskan 25 militan lainnya. Total korban tewas dalam keseluruhan operasi mencapai 29 orang. Pemerintah Pakistan mengidentifikasi para militan tersebut sebagai anggota kelompok Jamaat-ul-Ahrar dan Fitna al-Khwarij, dua kelompok yang selama ini dituduh terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dan serangan terhadap aparat keamanan Pakistan.

Selain menewaskan puluhan militan, pasukan Pakistan juga mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah besar senjata dan amunisi yang disimpan di kamp-kamp dan lokasi persembunyian kelompok tersebut. Keberhasilan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk melemahkan kemampuan kelompok militan dalam melancarkan serangan di masa mendatang.

Operasi militer di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan bukanlah hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara kerap diwarnai ketegangan terkait masalah keamanan dan aktivitas kelompok bersenjata. Pakistan berulang kali menuduh sejumlah kelompok militan memanfaatkan wilayah Afghanistan sebagai tempat perlindungan sebelum melancarkan serangan ke wilayah Pakistan.

Sementara itu, pemerintah Afghanistan sebelumnya juga pernah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk mengancam negara lain. Meski demikian, persoalan keamanan di kawasan perbatasan tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam hubungan bilateral kedua negara.

Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, memang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh aktivitas kelompok militan. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut mengalami peningkatan insiden keamanan, termasuk serangan terhadap aparat keamanan dan fasilitas pemerintah.

Pemerintah Pakistan menyatakan bahwa operasi militer ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk menjaga keamanan nasional dan melindungi warga sipil dari ancaman terorisme. Otoritas setempat juga menegaskan bahwa operasi dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang akurat dan menyasar target-target yang diyakini sebagai basis kelompok militan.

Namun, operasi militer di wilayah perbatasan sering kali menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi meningkatnya ketegangan dengan Afghanistan. Penggunaan serangan udara di dekat wilayah perbatasan dapat memicu sensitivitas politik dan diplomatik, terutama jika operasi tersebut dianggap melanggar kedaulatan negara tetangga.

Di sisi lain, komunitas internasional terus mendorong kedua negara untuk meningkatkan kerja sama dalam menangani ancaman terorisme dan menjaga stabilitas kawasan. Keamanan di perbatasan Pakistan-Afghanistan memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga bagi stabilitas regional di Asia Selatan.

Ke depan, perkembangan situasi di perbatasan kedua negara akan terus menjadi perhatian dunia. Operasi militer yang dilakukan Pakistan menunjukkan bahwa ancaman kelompok militan di kawasan tersebut masih menjadi tantangan serius. Pemerintah Pakistan menegaskan akan terus mengambil langkah tegas terhadap setiap ancaman keamanan yang dianggap dapat mengganggu stabilitas dan keselamatan warga negaranya.

Meski operasi kali ini diklaim berhasil menewaskan puluhan militan dan menghancurkan persenjataan mereka, tantangan dalam memberantas jaringan kelompok bersenjata di kawasan perbatasan diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam waktu yang tidak singkat.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Dilepas Jiangsu Delong, Smelter Gunbuster Kini Beralih ke Kepemilikan BUMN China

Dilepas Jiangsu Delong, Smelter Gunbuster Kini Beralih ke Kepemilikan BUMN China

Perubahan besar terjadi di industri pengolahan nikel Indonesia setelah perusahaan milik negara asal China, Zhejiang Materials Development Co., Ltd., dikabarkan mengakuisisi mayoritas kepemilikan saham di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri hilirisasi...

30 Jun 2026

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 1.450 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 1.450 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pekan lalu terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan pemerintah Venezuela, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 1.450 orang, sementara sedikitnya 3.150 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut....

30 Jun 2026

Iran Inginkan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Ketegangan Geopolitik Kembali Meningkat

Iran Inginkan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Ketegangan Geopolitik Kembali Meningkat

Pemerintah Iran kembali menegaskan keinginannya untuk memiliki kendali lebih besar terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menjelang dimulainya negosiasi baru...

30 Jun 2026

Pesawat JetBlue Tabrak Drone Saat Mendarat di Bandara JFK, Keselamatan Penerbangan Kembali Jadi Sorotan

Pesawat JetBlue Tabrak Drone Saat Mendarat di Bandara JFK, Keselamatan Penerbangan Kembali Jadi Sorotan

Sebuah insiden yang melibatkan pesawat penumpang dan pesawat nirawak atau drone kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini, sebuah pesawat milik maskapai JetBlue Airways Corp dilaporkan menabrak sebuah drone saat melakukan proses pendaratan di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK),...

30 Jun 2026